Guided Note Taking (GNT)

Catatan Terbimbing (Guided note taking), dimana guru sebagai fasilitator
dalam pembelajaran akan memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami
kesulitan. Guru berusaha agar siswa dapat melalui pembelajaran sesuai dengan
potensi yang dimilikinya. Menurut Djamarah (2005) bahwa guru perlu
menggunakan berbagai variasi dalam memberikan penguatan secara verbal
maupun nonverbal untuk membantu anak didik. Guru akan memberikan catatan
dengan bimbingan (Guided Note Taking) agar catatan siswa tepat sesuai dengan
apa yang menjadi rangkuman dalam pembelajaran. Macam-macam
catatan terbimbing misalnya menggaris bawahi hand out, melengkapi bagian yang
kosong dan membuat key word (kata kunci) yang harus dilengkapi siswa.
Menurut Syah (2004) cara mengurangi kelupaan siswa dalam belajar
adalah dengan meningkatkan daya ingat melalui memonic device (muslihat
memori) dengan ragam key word. Silberman (2007) menyatakan bahwa guru
memberikan suatu lembaran kerja yang dipersiapkan agar mendorong peserta
didik mencatat sambil memperhatikan ceramah guru. Cara paling sederhana untuk
membuat catatan secara terbimbing adalah dengan pengisian blanko, membuat
catatan-catatan ketika menyampaikan materi pelajaran. Bentuk paling sederhana
strategi Guided Note Taking adalah mengisi titik-titik. Langkah pembelajaran
yang pertama yaitu dengan memberi siswa panduan yang berisi poin-poin utama
dari materi yang telah disampaikan dengan metode ceramah. Poin-poin yang
dianggap penting dikosongkan sebagian sehingga akan terdapat ruang-ruang
kosong dalam panduan tersebut. Langkah terakhir yaitu meminta siswa mengisi
point-point yang kosong. Catatan akan lebih menarik menggunakan tinta warna.

 

Metode ceramah di dalam kelas mengharuskan siswa mengkombinasikan
beberapa kemampuan yaitu melihat, mendengar dan menulis untuk memahami
pelajaran dengan baik. Tujuan pemberian catatan terbimbing untuk mengurangi
menulis selama siswa mendengarkan dan melihat. Siswa dengan catatan
terbimbing tidak bisa meninggalkan kelas begitu saja. Catatan terbimbing
diharapkan membantu siswa untuk lebih berpikir di dalam kelas dan mempunyai
pemahaman konsep serta prinsip yang lebih baik (Gregg, 2008). Wetzels et al
(2011) menyatakan bahwa efek dari pemberian catatan terbimbing dipengaruhi
oleh tingkat pengetahuan sebelumnya dari tiap peserta didik. Peserta didik dengan
tingkat pengetahuan sebelumnya yang lebih tinggi akan melengkapi catatan
mereka lebih cepat dan lengkap begitu pula sebaliknya.
Catatan-catatan kita tidak hanya sekedar fakta-fakta, melainkan terdiri atas
materi apapun yang kita butuhkan untuk memahami dan memanfaatkan informasi
bagi perkembangan pribadi kita. Kita dapat membuat catatan dari setiap situasi
seperti ceramah, diskusi, demonstrasi dan sebagainya untuk kepentingan kita
dimasa selanjutnya. Menurut Dimyati dan Mudjiono (2002) bahwa mencatat
termasuk sebagai belajar yaitu apabila dalam mencatat itu orang menyadari tujuan
dan kebutuhannya, serta menggunakan sikap tertentu agar catatan itu nanti
berguna bagi pencapaian tujuan belajar. Mencatat yang menggunakan sikap akan
dapat dipergunakan sewaktu-waktu tanpa ada kesulitan. Siswa dapat
menggunakan catatan sebagai pesan yang disimpan untuk berprestasi.
Kelebihan menggunakan Model pembelajaran Pemberian Catatan
Terbimbing (GNT) antara lain siswa menghasilkan catatan selama belajar yang
lengkap dan akurat. Siswa yang mempunyai catatan akurat dalam studi mereka
diharapkan dapat menerima skor tes yang lebih tinggi daripada siswa yang hanya
mendengarkan ceramah dari guru dan membaca teks (Baker & Lombardi, 2005;
Carrier, 2003; Kierwa, 2001; Norton & Hartley, 2006). Catatan terbimbing
meningkatkan keaktifan siswa dalam menangkap isi dari materi pembelajaran.
Siswa harus aktif menanggapi ceramah yang diberikan oleh guru dengan
mendengarkan, melihat, memikirkan dan menulis. Siswa dapat lebih mudah
mengidentifikasi informasi yang penting karena dalam Guided Note Taking guru

memberikan isyarat, kunci konsep, fakta, dan / atau hubungan agar siswa lebih
mampu mendapatkan isi pembelajaran yang paling penting (Kierwa, 2003).
Siswa lebih banyak mengajukan pertanyaan dan memberikan komentar
lebih selama guru memberikan ceramah dan catatan terbimbing daripada yang
mereka yang mendengarkan metode ceramah dan menulis catatan mereka sendiri.
Siswa dengan Guided Note Taking memperoleh nilai ulangan harian dan nilai
ujian yang lebih tinggi daripada siswa lain. Penelitian eksperimental telah secara
konsisten menemukan bahwa siswa di semua tingkat pendidikan mendapatkan
nilai tes yang lebih tinggi ketika menggunakan catatan terbimbing daripada
mereka yang membuat catatan mereka sendiri (Heward, 2004; Lazarus, 2003). Isi
dari Guided Note Taking yang disusun oleh guru dapat dengan mudah dikonversi
ke dalam tes/ujian pertanyaan. Siswa menghargai dan memberi hasil tes evaluasi
secara positif dengan peringkat mereka untuk guru yang mengembangkan dan
menyediakan Guided Note Taking. Guru lebih mudah dalam memberikan tugas
dari isi ceramah apalagi catatan mereka runtun.
Penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan catatan terbimbing
adalah strategi pembelajaran yang bermanfaat. Mencatat penjelasan guru sambil
mendengarkan ceramah membantu pengkodean atau memperkuat kesan informasi
dalam memori. Siswa sudah terlibat dalam beberapa pekerjaan menghafaldan
memahami saat mengambil catatan, terutama ketika mereka asyik dalam
pemahaman mendalam tentang sumber catatan mereka (Williams and Eggert,
2002). Catatan terbimbing menyediakan catatan atau rekaman data yang sangat
berguna digunakan untuk review pelajaran di masa depan. Penelitian telah
menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan me-review catatan mereka
mendapatkan prestasi akademik yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak
(Hartley, 2003; Kiewra, 2001). Siswa lebih memahami materi pelajaran dengan
catatan terbimbing yang diberikan oleh guru kepada mereka dalam bentuk
handout yang berguna untuk belajar (Frey and Birnbaum, 2002; Pardini et al,
2005). Murphy and Cross (2002) dan Weatherly et al 2003 menyatakan bahwa
siswa dengan catatan terbimbing mendapatkan nilai akhir lebih tinggi dari siswa
tanpa catatan terbimbing.

Langkah awal dalam Guided Note Taking menurut Fathurrohman &
Sutikno (2007) yaitu memberi peserta didik panduan yang berisi ringkasan poinpoin
utama dari materi pelajaran yang akan guru sampaikan dengan metode
ceramah. Kedua yaitu mengkosongkan sebagian dari poin-poin penting sehingga
terdapat ruang-ruang kosong dalam panduan tersebut. Alternatif cara yang dapat
dilakukan untuk ruang-ruang kosong tersebut adalah memberikan suatu istilah
dengan pengertiannya serta mengkosongkan istilah atau definisinya.
Mengkosongkan beberapa pernyataan atau menghilangkan beberapa kata kunci
dalam sebuah paragraph. Alternatif yang lain yaitu dengan membuat bahan ajar
(handout) yang tercantum didalamnya sub topik dari materi pelajaran dan
memberi tempat kosong yang cukup sehingga peserta didik dapat membuat
catatan didalamnya.
Silberman (2007) menyatakan bahwa langkah selanjutnya adalah
membagikan bahan ajar (handout) yang telah dibuat oleh guru kepada peserta
didik. Langkah selanjutnya, menjelaskan bahwa guru sengaja menghilangkan
beberapa poin penting dalam handout dengan tujuan agar peserta didik tetap
berkonsentrasi mendengarkan pelajaran yang akan anda sampaikan. Meminta
peserta didik untuk membacakan hasil catatannya setelah selesai menyampaikan
materi. Langkah yang terakhir adalah memberikan klarifikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s